Jenis - Jenis Batuan Beku

Assalamu alaikum Sahabat TI (Tombak Ilmu)

Awal terbentuk batuan

Magma keluar di permukaan bumi antara lain melalui puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan ada pula yang di lautan. Magma yang sudah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku kemudian menjadi batuan beku. Batuan beku muka bumi selama beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktivitas tumbuhan dan hewan. Selanjutnya hancuran batuan tersebut tersangkut oleh air, angin atau hewan ke tempat lain untuk diendapkan. Hancuran batuan yang diendapkan disebut batuan endapan atau batuan sedimen. Baik batuan sedimen atau beku dapat berubah bentuk dalam waktu yang sangat lama karena adanya perubahan temperatur dan tekanan. Batuan yang berubah bentuk disebut batuan malihan atau batuan metamorf.




 Jenis - Jenis Batuan Beku

1. Batu Obsidian
  • Ciri : hitam, seperti kaca, tidak ada kristal-kristal
  • Cara terbentuk : terbentuk dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat
  • Kegunaan : untuk alat pemotong atau ujung tombak (pada masa purbakala) dan bisa dijadikan kerajinan

2. Batu Apung
  • Ciri : warna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, terapung dalam air
  • Cara terbentuk : dari pendinginan magma yang bergelembung-gelembung gas
  • Kegunaan : untuk mengamplas atau menghaluskan kayu, di bidang industri digunakan sebagai bahan   pengisi (filler), isolator temperatur tinggi dan lain-lain.


3. Batu Granit
  • Ciri : terdiri atas kristal-kristal kasar, warna putih sampai abu-abu, kadang-kadang jingga, Batuan ini banyak di temukan di daerah pinggiran pantai dan di pinggiran sungai besar ataupun di dasar sungai.
  • Cara terbentuk : dari pendinginan magma yang terjadi dengan lambat di bawah permukaan bumi
  • Kegunaan : sbg bahan bangunan


4.  Batu Basalt
     
  • Ciri : terdiri atas kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau keabu-abuandan berlubang-lubang
  • Cara terbentuk : dari pendinginan lava yanng mengandung gas tetapi gasnya telah menguap
  •  Kegunaan : sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan / pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dll)
5.  Batu Diorit
  •     Ciri : Kelabu bercampur putih, atau hitam bercampur putih
  •     Cara terbentuk : dari hasil peleburan lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu subduction zone, biasanya diproduksi pada busur lingkaran volkanis, dan membentuk suatu gunung didalam cordilleran ( subduction sepanjang tepi suatu benua, seperti pada deretan Pegunungan)
  •     Kegunaan : sbg batu ornamen dinding maupun lantai bangunan gedung dan sbg bahan bangunan (hiasan)


6.  Batu Andesit
     o Ciri : batuan bertekstur halus, berwarna abu-abu hijau tetapi sering merah atau jingga
   oCara terbentuk : berasal dari lelehan lava gunung merapi yang meletus, terbentuk (membeku) ketika temperatur lava yang meleleh turun antara 900 sampai dengan 1,100 derajat Celsius. 
    o Kegunaan : Nisan kuburan, Cobek, Arca untuk hiasan, Batu pembuat candi

     
7. Batu Gabro

o  Ciri : Berwarna hitam, hijau, dan abu-abu gelap. Struktur batuan ini adalah massive, tidak terdapat rongga atau lubang udara maupun retakan-retakan. Batuan ini memeiliki tekstur fanerik karena mineral-mineralnya dapat dilihat langsung secara kasat mata dan mineral yang besar menunjukkan bahwa mineral tersebut terbentuk pada suhu pembekuan yang relatif lambat sehingga bentuk mineralnya besar-besar
o  Cara terbentuk : terbentuk dari magma yang membeku di dalam gunung
o  Kegunaan : untuk penghasil pelapis dinding ( sebagai marmer dinding )






Sumber :
http://www.geologinesia.com
https://ilmugeografi.com
https://informazone.com

Penulis : Idham Mukholid

No comments:

Post a Comment